Notification

×

Iklan

Iklan

Bangunan Liar Tutup Drainase di Parang Tambung, Warga Tamalate Dirugikan oleh Banjir

Minggu, 15 Desember 2024 | Desember 15, 2024 WIB Last Updated 2024-12-15T05:54:23Z

 

Drainase di T Bangunan liar

Makassar, 15 Desember 2024 — Warga di sekitar arena pacuan kuda Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mengeluhkan dampak buruk akibat keberadaan bangunan liar yang menutupi drainase. Bangunan-bangunan ini dituding menjadi penyebab utama genangan air dan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.




Dampak dari drainase buruk

Hujan deras yang mengguyur Makassar dalam beberapa hari terakhir memperburuk keadaan. Air yang seharusnya mengalir melalui saluran drainase justru meluap dan menggenangi pemukiman warga. Salah satu warga setempat, Hamdan (42), mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah.


"Kami sangat dirugikan. Air meluap karena drainase ditutup oleh bangunan liar. Rumah kami terendam, dan aktivitas terganggu. Sampai kapan pemerintah hanya diam melihat ini?" keluh Hamdan.




Menurut pantauan di lokasi, beberapa bangunan liar berdiri di atas jalur drainase utama yang menghubungkan kawasan Parang Tambung dengan sistem pembuangan kota. Akibatnya, aliran air tersumbat, menciptakan genangan yang meluas hingga ke jalan raya dan permukiman warga.




Ketua Lembaga Kerukunan Masyarakat Tamalate (LKMT) Parang Tambung, Chaerul, juga angkat bicara terkait masalah ini. Ia mendesak pemerintah kota, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap bangunan liar tersebut.


"Genangan air ini tidak hanya merugikan secara material, tapi juga bisa menjadi sumber penyakit. Pemerintah harus segera membongkar bangunan yang melanggar aturan dan memperbaiki drainase yang rusak," tegas Chaerul.


Di sisi lain, pengamat tata kota, Farid Mamma, SH., M.H., mengecam lemahnya penegakan aturan di Makassar. Menurutnya, keberadaan bangunan liar di atas saluran drainase menunjukkan kelalaian pihak terkait dalam menjaga tata ruang kota.


"Jika pemerintah tidak segera bertindak, dampaknya akan semakin meluas. Ini bukan hanya soal genangan air, tetapi juga citra buruk pengelolaan kota yang abai terhadap hak warga atas lingkungan yang sehat," kata Farid dengan nada kecewa.


Warga berharap, sebelum musim hujan mencapai puncaknya, pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini. Mereka mengancam akan melakukan aksi protes jika keluhan mereka terus diabaikan.


Saat ini, redaksi Celebes Post masih mencoba menghubungi Dinas PU Kota Makassar untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait langkah yang akan diambil atas persoalan ini.



(MDS)


Berita Video

×
Berita Terbaru Update